H U J A N


Ketika mendengar rintik hujan, diriku merasa tenang. Jiwaku merasa nyaman. Namun entah mengapa hatiku merasakan kecemasan. Rinai hujan mengingatkanku kepadamu. Setiap lembut tetesannya selalu dapat menyuarakan setiap rasaku terhadapmu. Dan itu cukup. Cukup mewakilkan segala hal tentangmu. Seperti hujan, rasaku terhadapmu sedikit demi sedikit jatuh kepadamu, tetes demi tetes jatuh membasahi duniaku. Seperti aroma petrikor yang menguar memberi ketenangan dan kenyamanan. Seperti itulah rasaku padamu. Semakin lama semakin banyak. Menggenang menciptakan kenangan. Meski aku tahu, banyak orang yang tak suka dengan hujan. Namun bagaimanapun, bumi selalu membutuhkannya. Hujan memberi kehidupan untuk setiap makhluk-Nya di dunia. Aku percaya suatu saat kamu pasti akan membutuhkan hujan. Begitupun denganku yang selalu jatuh kepadamu. Suatu hari nanti, kamu akan membutuhkanku apapun yang terjadi. Meskipun aku tak tahu kapankah itu akan terjadi.

(Kudus, 2019)

Komentar

Posting Komentar